Lewat perjuangan yang tak mengenal lelah, Adit, Sella, keduanya dari Sastra Inggris dan Dion mewakili Sosiologi, akhirnya, berhasil meraih kemenangan yang cukup mengejutkan. Menduduki  17 besar dari 43 perguruan tinggi di LLDIKTI Wilayah III DKI Jakarta.

Oleh. Ayu Khodijah

Perjuangan dimulai oleh ketiganya ketika menapaki seleksi universitas yang diselenggarakan pada Sabtu, 11 Mei 2019. Pengapnya udara Jakarta bersamaan dengan bulan suci Ramadhan ternyata tak menyurut kan langkah ketiganya untuk menjadi Tim Debat dari Universitas Nasional.

Tidak cukup sampai di situ, di tengah-tengah kesibukan kuliah, ketiganya harus merelakan waktu istirahatnya untuk berlatih.

Dion, Sella dan Adit (dari kiri ke kanan) menjelang kompetisi debat dimulai.

“Saya hanya modal nekat”, demikian kata Adit yang berambut gondrong itu, “namun, selanjutnya, kami semua mendapatkan pembekalan dari pembina dan pelatih”.

“Pokoknya seru”, potong Sella, “apa yang kita lakukan semuanya dinilai”, imbuhnya sambil tersenyum.

“Hik …”, sambung Dion dengan tersipu malu, “saya yang terbiasa bicara dengan “iya kan” dikritisi habis-habisan. Maklum, saya kan dari Sunda”, katanya menambahkan.

Semua ketegangan yang melingkupi ketiganya akhirnya cair. Betapa tidak, Kepala Biro Mawa dengan gayanya yang khas menguatkan; “Kami semua yakin akan kemampuan kalian. Jadi … kalian juga harus yakin bisa membawa nama baik almamater”, pesannya ketika Tim KDMI akan berangkat pada 04 Juni 2019.

Berpegang pada itu, kami pun berangkat dengan tenang dan mantap. Dalam hati kami semua berjanji untuk memberikan yang terbaik untuk almamater tercinta. Doa kami ternyata dikabulkan oleh Allah; selama tiga hari kami berada di kawah candradimuka, tepatnya di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, kami menimba ilmu yang diberikan pihak LLDIKTI Wilayah III sekaligus berkompetisi secara sehat dengan perguruan tinggi yang mengikuti.

“Luar biasa pembekalan yang kami dapat. Kami jadi menguasai sistematika hingga pemetaan debat”, ujar Adit

“Alhamdulillah, syukurku kepada Allah. Perjuangan kami memang belum maksimal, namun, kami bisa masuk 17 besar dari 43 Universitas. Ini pengalaman pertama kami dan kami ingin mencoba lagi dengan impian untuk menjadi juara 1 dan mengharumkan nama baik almamater”, ujar sella

“Kita pasti bisa dengan belajar, berlatih dan berdoa” tambah Dion menutup pembicaraan.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.